Senin, 26 April 2010

Terumbu Karang (Coral Reef)


Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting bagi kehidupan biota laut dan lingkungannya. Berbagai manfaat yang dapat diberikan dari adanya ekosistem ini diantaranya yaitu sebagai daerah asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), tempat pemijahan (spawning ground), dan daerah perlindungan atau persembunyian bagi biota laut. Selain itu, ekosistem ini dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak sehingga dapat mengurangi proses terjadinya degradasi pantai. Secara ekonomi, bermanfaat bagi manusia sebagai tempat mencari ikan, bahan obat-obatan dan kosmetik, serta dapat menjadi tujuan wisata bahari. Terumbu karang adalah sekelompok organisme yang hidup di dasar perairan yang disusun oleh hewan pengahsil kapur (CaCO3) yang bersimbiosis dengan alga uni seluler atau lebih dikenal dengan zooxathellae. Pertumbuhan karang dipengaruhi oleh beberapa faktor baik fisika, kimia, maupun, biologi. Parameter fisika yaitu suhu, kecerahan, kedalaman dan kecepatan arus. Parameter kimia yaitu salinitas dan pH sedangkan parameter biologi yaitu distribusi plankton. Secara umum, kerusakan terumbu karang disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor yang disebabkan oleh manusia dan yang berasal dari alam. Faktor manusia antara lain: 1). Penangkapan ikan dengan bahan peledak atau bahan kimia lainnya, 2). Pengambilan dan pencungkilan karang, 3). Pencemaran perairan, 4). Sedimentasi, 5). Pembangunan dan pemukiman di daerah pesisir yang tidak teratur, 6). Perambahan hutan atau kegiatan perkebunan di daerah hulu. Sedangkan yang diakibatkan oleh alam misalnya gempa bumi, tsunami, pemangsa polip, serta pemanasan global (global warming).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar